Social Control
Belakangan ini blog gw semakin terbengkalai. Kegiatan di dunia nyata bikin gw gak bisa selalu update blog. Gw udah ngecewain 1 juta lebih pengguna internet. Ditambah lagi pesbuk ama twitter udah bisa gw akses lewat handphone makin sepi aja blog gw (menyalahkan aplikasi lain). Namun walaupun banyak kenyamanan baru dalam dunia maya, ngeblog tetap punya keasyikan tersendiri buat gw. Gak hanya tentang sebuah blog yang dikunjungi oleh ribuan user, namun walaupun seandainya tanpa pengunjung blog ini akan tetap gw pertahankan, karena menulis kalimat2 yang kadang2 lucu, expresi dari sebuah pikiran membuat gw merasa menemukan sebuah mainan baru. Blogging adalah sarana curhat buat gw.
Gw belum sempat ngebahas tentang beberapa kejadian heboh belakangan ini, seperti meninggalnya Mbah Surip dan WS. Rendra, dan penggerebekan Noordin M(ak erot) Top. Mending di bahas satu-satu.
Pertama Mbah Surip, seniman yang mendadak terkenal dengan lagu "Tak Gendong". Siapa yang gak tau dengan lagu ini, dari yang tua hingga anak kecil tau. Adek gw yg umur 6 tahun aja hapal, malah tiap gw buka henpon pasti minta di puterin lagu tak gendong. Memang popularitas mbah surip menanjak semenjak lagu tak gendong keluar. Namun buat gw mbah surip bukanlah orang baru dalam dunia hiburan, gw udah kenal lagu2 mbah surip sejak tahun 2004 pas baru lulus SMP. Lagu "Bangun Tidur" adalah lagu pertama dari mbah surip yang gw dengar. Gw taunya pas nonton TVRI saat itu gw baru tahu dengan musik reggae. Sampai saat ini mbah surip udah ngeluarin 5 album yaitu :
- Ijo Royo-royo (1997)
- Indonesia 1 (1998)
- Reformasi (1998)
- Tak gendong (2003)
- Barang baru (2004)
Selanjutnya WS. Rendra, seorang penyair (kale ne gw banget), dengan julukan "burung merak" insan seni dan teater pasti mengenal nama ini. Bahkan sebelum kematiannya ia masih sempat menciptakan sebuah puisi, salut buat ne orang. Namanya mungkin gak sebesar Kahlil Gibran (yg bilang gw ngebanggain keluarga gw gak perduli) tapi ia adalah salah satu aset seni bangsa ini. Menariknya lagi, Mbah Surip dan WS. Rendra adalah dua orang teman yang sama2 berjuang di dunia seni. Sebelum MbahSurip meninggal ia sempat mengunjungi WS. Rendra di rumah sakit, dan mungkin itu adalah perjumpaan terakhir mereka di dunia semasa hidup. Saat di rumah sakit Mbah Surip sempat berkata kepada WS. Rendra "sepertinya aku duluan" yang merupakan isyarat bahwa Mbah Surip akan mendahului sahabatnya ini. Selang beberapa hari setelah kematian Mbah Surip, WS. Rendra pun menghembuskan nafas terakhirnya, uniknya lagi wasiat terakhir Mbah Surip adalah agar ia di makamkam di bengkel teater WS. Rendra. Akhirnya merekapun kembali dipertemukan (kek sinetron aja).
Yang terakhir ini adalah seorang yang masih hidup (lho bukannya tadi kita ngebahas orang mati?). Noordin M Top, seorang sarjana dari malaysia yang membawa ideologi dan paham garis keras. Murid dari Dr. Azhari yang telah lebih dulu tewas oleh tim densus 88 beberapa tahun lalu. Semua orang mengecam aksi terornya, kedatangan MU ke Indonesia batal gara2 ulahnya. Imbasnya indonesia dianggap tidak aman di mata dunia, pertandingan MU dialihkan ke Malaysia (gw curiga ama pemerintah malaysia) dan walaupun tim mereka kalah (malaysia.red) tetap aja mereka bilang mendingan daripada gak jadi main (kampret malaysia). Kalo bener dia pengen memperjuangkan syariat islam ato apalah namanya kenapa harus di Indonesia, kenapa bukan di negaranya sendiri yang plagiat itu, kenapa harus why? (lho?). Menurut gw ada konspirasi dari pemerintah malaysia, besok2 kalo ada orang malaysia yang pengen datang ke Indonesia harus di pastikan kalo dia pulang kenegaranya, apapun alsannya. Daripada ujung2nya kita diteror ama negara yang lebih lemah dari kita. Mereka itu iri Karena kita negara besar dan makin mendapat kepercayaan dari dunia.
Sekarang Noordin M Top sudah dipastikan masih buron, dalam peyergapan di temenggung bukan Noordin yang tertembak. Ntar kalo udah ketangkap kirim kepalanya aja ke malaysia, bagian tubuh yang lain di bagikan aja ke suku2 pedalaman afrika yang khanibal.
Setelah gw baca lagi ne postingan, baru kale ne gw ngeblog dalam keadaan "waras". Ngomong yang bener, biasanya gak karuan aja, lucu2an lah, paling yg bner puisi2 gw doank. Blognya si Malih (Alan.red) gw liat udah banyak postingannya, sementara gw itu2 aja. Yah kesibukan gw beda ama dia, mungkin dia lebih punya banyak waktu di dunia maya.
Pesan yang harus diambil dari post kali ini adalah : mari kita sambut bulan ramadhan setelah kita menyambut kemerdekaan RI (lho kok gak nyambung).
salam
Davindra
Gw belum sempat ngebahas tentang beberapa kejadian heboh belakangan ini, seperti meninggalnya Mbah Surip dan WS. Rendra, dan penggerebekan Noordin M(ak erot) Top. Mending di bahas satu-satu.
Pertama Mbah Surip, seniman yang mendadak terkenal dengan lagu "Tak Gendong". Siapa yang gak tau dengan lagu ini, dari yang tua hingga anak kecil tau. Adek gw yg umur 6 tahun aja hapal, malah tiap gw buka henpon pasti minta di puterin lagu tak gendong. Memang popularitas mbah surip menanjak semenjak lagu tak gendong keluar. Namun buat gw mbah surip bukanlah orang baru dalam dunia hiburan, gw udah kenal lagu2 mbah surip sejak tahun 2004 pas baru lulus SMP. Lagu "Bangun Tidur" adalah lagu pertama dari mbah surip yang gw dengar. Gw taunya pas nonton TVRI saat itu gw baru tahu dengan musik reggae. Sampai saat ini mbah surip udah ngeluarin 5 album yaitu :
- Ijo Royo-royo (1997)
- Indonesia 1 (1998)
- Reformasi (1998)
- Tak gendong (2003)
- Barang baru (2004)
Selanjutnya WS. Rendra, seorang penyair (kale ne gw banget), dengan julukan "burung merak" insan seni dan teater pasti mengenal nama ini. Bahkan sebelum kematiannya ia masih sempat menciptakan sebuah puisi, salut buat ne orang. Namanya mungkin gak sebesar Kahlil Gibran (yg bilang gw ngebanggain keluarga gw gak perduli) tapi ia adalah salah satu aset seni bangsa ini. Menariknya lagi, Mbah Surip dan WS. Rendra adalah dua orang teman yang sama2 berjuang di dunia seni. Sebelum MbahSurip meninggal ia sempat mengunjungi WS. Rendra di rumah sakit, dan mungkin itu adalah perjumpaan terakhir mereka di dunia semasa hidup. Saat di rumah sakit Mbah Surip sempat berkata kepada WS. Rendra "sepertinya aku duluan" yang merupakan isyarat bahwa Mbah Surip akan mendahului sahabatnya ini. Selang beberapa hari setelah kematian Mbah Surip, WS. Rendra pun menghembuskan nafas terakhirnya, uniknya lagi wasiat terakhir Mbah Surip adalah agar ia di makamkam di bengkel teater WS. Rendra. Akhirnya merekapun kembali dipertemukan (kek sinetron aja).
Yang terakhir ini adalah seorang yang masih hidup (lho bukannya tadi kita ngebahas orang mati?). Noordin M Top, seorang sarjana dari malaysia yang membawa ideologi dan paham garis keras. Murid dari Dr. Azhari yang telah lebih dulu tewas oleh tim densus 88 beberapa tahun lalu. Semua orang mengecam aksi terornya, kedatangan MU ke Indonesia batal gara2 ulahnya. Imbasnya indonesia dianggap tidak aman di mata dunia, pertandingan MU dialihkan ke Malaysia (gw curiga ama pemerintah malaysia) dan walaupun tim mereka kalah (malaysia.red) tetap aja mereka bilang mendingan daripada gak jadi main (kampret malaysia). Kalo bener dia pengen memperjuangkan syariat islam ato apalah namanya kenapa harus di Indonesia, kenapa bukan di negaranya sendiri yang plagiat itu, kenapa harus why? (lho?). Menurut gw ada konspirasi dari pemerintah malaysia, besok2 kalo ada orang malaysia yang pengen datang ke Indonesia harus di pastikan kalo dia pulang kenegaranya, apapun alsannya. Daripada ujung2nya kita diteror ama negara yang lebih lemah dari kita. Mereka itu iri Karena kita negara besar dan makin mendapat kepercayaan dari dunia.
Sekarang Noordin M Top sudah dipastikan masih buron, dalam peyergapan di temenggung bukan Noordin yang tertembak. Ntar kalo udah ketangkap kirim kepalanya aja ke malaysia, bagian tubuh yang lain di bagikan aja ke suku2 pedalaman afrika yang khanibal.
Setelah gw baca lagi ne postingan, baru kale ne gw ngeblog dalam keadaan "waras". Ngomong yang bener, biasanya gak karuan aja, lucu2an lah, paling yg bner puisi2 gw doank. Blognya si Malih (Alan.red) gw liat udah banyak postingannya, sementara gw itu2 aja. Yah kesibukan gw beda ama dia, mungkin dia lebih punya banyak waktu di dunia maya.
Pesan yang harus diambil dari post kali ini adalah : mari kita sambut bulan ramadhan setelah kita menyambut kemerdekaan RI (lho kok gak nyambung).
salam
Davindra
Bro, kalo bkin blog supaya nampang d FB gmana yAK?
BalasHapusSoalnya, gw mo test publikasi blog gw d pesbuk.
O iyAK! Kancut loe, gliran d blog lu,nama gw lu sbarin pake Malih.awas lu!ntar gw bles.tega bner Dahhh...
@Le