Postingan

Kembali Menulis

Hai.... Mungkin itu ucapan pertamaku ketika mulai menulis lagi di blog ini. Setelah sekian tahun lamanya vakum menulis, entah kenapa tiba-tiba keinginan untuk menulis itu muncul lagi. Sebenarnya tidak serta-merta muncul begitu saja juga, awalnya tiba-tiba saja aku teringat dengn blogku ini. Kemudian mulai kubaca lagi beberapa postingan terakhir, dan rasanya aku kembali melihat aku di masa lalu. Kembali mengingat-ingat bahwa dulu aku menulis di blog ini untuk bercerita, bahwa setidaknya akan kubaca lagi di masa  depan. Beberapa tahun yang lalu sempat ingin menulis kembali di blog ini. Tapi karena terlalu banyak yang ingin aku ceritakan sampai-sampai aku bingung harus mulai dari mana. Banyak hal yang terjadi, postingan terakhirku kulihat itu adalah bulan Ferbruari 2015, itu sudah 3 tahun yang lalu. Ada suka, ada duka yang terjadi, ya memang seperti itulah seharusnya, karena seperti siang dan malam akan silih berganti. Saat inipun aku mau mulai bercerita dari mana masih belum ta...

Valentine (?)

Sengaja menulis ini untuk menyikapi hal tidak penting yang disebut Valentine. Bingung mau bikin judul apa ya udah terima aja judul yang asal-asalan. Jadi begini, setiap tanggal 14 Agustus Februari katanya di seluruh dunia diperingati sebagai hari Valentine atau hari aksih sayang, atau hari pacaran atau entah apalah namanya. Dan setiap tanggal itu pula di Indonesia akan muncul penolakan untuk memperingati hari Valentine. Alasannya karena Valentine itu tidak sesuai dengan norma bangsa Indonesia, dengan adat ketimuran. Valentine itu adalah upacara agama Kristen, acara kaum pagan. Valentine mengarahkan generasi muda menuju zina. Maka jangan heran jika pada tanggal 14 Februari akan banyak spanduk, brosur, selebaran hingga celana dalam  yang berisi penolakan perayaan valentine. Entahlah, yang aku tahu ini hanya terjadi di Indonesia. Sebentar aku cek dulu apakah ada negara lain yang sama. Sekarang mari kita lihat kenapa banyak yang menolak perayaan Valentine di Indonesia. ...

Mengendalikan Waktu

Cerita ini aku buat gara-gara liat mesin waktunya Doraemon. Masih dalam proses pengembangan dan kayak-kayaknya bisa dijadiin novel nih (halah ketinggian). Langsung aja lah... Nih, selamat membaca ***************** “Mesin waktu itu takkan pernah ada” aku menyela penjelasannya. “Tapi menurut teori fisika ini memungkinkan suatu saat diciptakan mesin waktu” balasnya. “Ya secara teori apapun bisa diciptakan, tapi lihat ada berapa banyak penerapan dari teori-teori yang sudah ada? Tidak sampai 2 %...” ujarku sok tau. Wajahnya cemberut karena kesal sedari tadi penjelasannya selalu aku sanggah. “Lagipula jika suatu saat mesin waktu bisa diciptakan, pasti saat itu tidak akan pernah datang. Untuk suatu alasan menciptakan mesin waktu adalah hal yang mustahil” dengan nada agak serius aku meyakinkannya. “Kalau sudah ada teorinya cepat atau lambat para ilmuwan akan berusaha menciptakannya, ini hanya masalah waktu. Terserah kamu mau percaya teori ini atau tidak, tapi aku...

Kurio Apps #KnowledgeIsPower

Gambar
*Di sebuah warung kopi* "Sekarang berita semuanya sama, basi..... itu lagi itu lagi yang diberitakan...." Dolan mengomel sambil menyeruput kopi dan melipat halaman koran yang baru saja ia baca. "Kenapa sih bang, pagi-pagi udah ngomel aja kayak emak-emak gak dikasih uang belanja..." Mpok Jamila balas menyahut dari dalam warung mendengar omelan si Dolan. "Udah siang gini masih aja nongkrong di warung kopi, berangkat kerja sana" mpok Mila lanjut mengomeli si Dolan. "Iya deh mpok, ini bentar lagi juga mau berangkat kerja. Baca berita dulu biar tau informasi terkini, biar gaul gitu gak kudet alias kurang apdet..., emangnya mpok mila yang tiap hari taunya nagih utang aja...." "Yaelah Dolan....kerja aja lu masih nunggu siangan dikit gak ada berubah-berubahnya lu, gmn utang lu mau lunas..." "Noh lu liat si Nolan, pagi-pagi udah rapi siap berangkat kerja. Gak pernah ngutang, gak kayak elu...." "Cerewet amat sih mpo...

Makan Enak a la Restoran #SmartIsCool

Gambar
Menghabiskan waktu akhir pekan atau liburan dengan bersantap di restoran dengan keluarga, teman maupun pacar memang pilihan yang tak pernah salah. Setelah sibuk dengan aktifitas kantor, sekolah dan lainnya, menghabiskan waktu dan bercerita di meja makan bersama orang tersayang bisa kembali mengakrabkan suasana. Ada banyak pilihan tempat untuk menghilangkan penat menikmati ragam hidangan yang disediakan. Mulai dari menu Seafood, masakan tradisional sampai makanan dari mancanegara. Namun kadangkala macet dan ruwetnya jalanan di waktu libur dan akhir pekan membuat orang-orang berpikir dua kali untuk ke luar rumah. Belum lagi liburan atau akhir pekan yang jatuh di akhir bulan ketika uang belanja mulai menipis. Tentu keluar dan menghabiskan waktu di restoran bukanlah pilihan yang bijak dan Smart. Agar tetap bisa menikmati liburan dan akhir pekan dengan orang tersayang dan teman dekat, ada pilihan cerdas yang bisa dilakukan. Anda tetap bisa menghabiskan waktu di rumah dengan keluarga a...

Perubahan

Lama tidak menulis di blog ini, mungkin jadi fase terlama dimana aku tidak membuka dan mencoret-coret halaman blogku. Entahlah, rasanya ketika aku mulai menulis saat itu pula otakku seperti membeku kehilangan fungsinya. Sepertinya ini adalah hal yang biasa terjadi untuk seorang yang baru belajar menulis seperti aku, apalagi untuk orang yang bekerja tanpa konsep. Sepertinya aku harus memulai kembali hobi lamaku menulis. Dengan lebih terkonsep, dan mencatat hal-hal yang akan aku posting di blog. Hal pertama yang aku lakukan adalah merubah tampilan blog, tidak drastis memang hanya mengurangi apa yang dirasa tidak perlu, sehingga terlihat lebih fresh. Kenapa "Penyair dan Rembulan"?..... Aku selalu kagum dengan orang-orang yang bisa merangkai kata, menyusun kalimat-kalimat indah. Membuat sebuah kata menjadi bernyawa, kalimat menjadi seakan memiliki geraknya sendiri. Bisa dibilang aku ingin bisa seperti mereka. Sebab itulah aku memilih kata "penyair", ya aku ini s...

Aku dan Kebencian

Seorang pria datang menghampiriku, lama aku memandangi wajahnya. Aku mengenalnya, tak ada yang berbeda. Sangat mirip denganku, hanya saja senyum dan keceriaan terpancar dari wajahnya. Ia menghampiriku yang duduk bersandar, disebuah kursi di taman. Aku yang penuh dengan kesuraman, pandangan yang tanpa rasa, hampa. Angin yang menyibak rambutku dan terpaan dedaunan berjatuhan tak mampu mengisi kehampaan. Dia hanya duduk disampingku, tanpa berbicara. Dengan hati-hati ia beranjak dari langkahnya berusaha agar aku tak menyadari keberadaannya. Tapi usahanya sia-sia, hangat merona yang terpancar dari wajahnya telah mencairkan dinginnya tatapanku pada rembulan. Aku menunggunya berkata. Apapun yang akan dia katakan akan aku dengarkan, bahkan jika dia harus mencaci maki dan mengeluarkan sumpah serapah kepadaku. Tapi tidak, dia hanya diam dan tersenyum kepadaku. Semakin kesal rasanya karena aku semakin terpojok olehnya. Dengan sisa kesabaran aku bertanya "siapakah dirimu yang tiba...