Valentine (?)

Sengaja menulis ini untuk menyikapi hal tidak penting yang disebut Valentine.

Bingung mau bikin judul apa ya udah terima aja judul yang asal-asalan.


Jadi begini, setiap tanggal 14 Agustus Februari katanya di seluruh dunia diperingati sebagai hari Valentine atau hari aksih sayang, atau hari pacaran atau entah apalah namanya. Dan setiap tanggal itu pula di Indonesia akan muncul penolakan untuk memperingati hari Valentine.

Alasannya karena Valentine itu tidak sesuai dengan norma bangsa Indonesia, dengan adat ketimuran. Valentine itu adalah upacara agama Kristen, acara kaum pagan. Valentine mengarahkan generasi muda menuju zina.

Maka jangan heran jika pada tanggal 14 Februari akan banyak spanduk, brosur, selebaran hingga celana dalam yang berisi penolakan perayaan valentine.

Entahlah, yang aku tahu ini hanya terjadi di Indonesia. Sebentar aku cek dulu apakah ada negara lain yang sama.

Sekarang mari kita lihat kenapa banyak yang menolak perayaan Valentine di Indonesia.

Menurut sejarahnya, ini menurut sejarahnya lho ya, aku pun gak tahu benar atau gak nya. Valentine itu awalnya untuk memperingati kematian St. Velentinus (cek lagi apakah aku sudah benar menuliskan namanya) orang suci gereja yang dihukum karena menikahkan remaja yang cintanya tidak direstui. Ada lagi versi yang mengatakan pada masa itu (masa awal kejadian peringatan Valentine, bukan masa indah bersama mantan, bukan...) St. Valentino (sekali lagi, ini bukan nenek moyangnya pembalap Yamaha yg terkenal, camkan itu...) adalah orang yang menikahkan prajurit yang hendak pergi berperang dan atas jasanya diperingatilah hari Valentine. Ada lagi katanya Valentine itu awalnya adalah hari pemujaan dewa kesuburan bangsa pagan yang identik dengan kumpul kebo.

Entah apalah itu sejarah awalnya yang jelas ketika aku cari referensi yang valid aku tidak menemukannya. Aku tanya ke teman-teman Kristen kata mereka tidak pernah ada hari raya Valentine atau hari khusus dalam agama Kristen yang memperingati Valentine. Cari referensi di Internet dan buku pun tak ada yang menyebutkan kalau Valentine itu adalah hari besarnya umat Kristiani, bahkan tidak pernah ada disebutkan dalam kitab perjanjian lama maupun perjanjian baru.

Yang artinya kisah tentang St.Valentino/Valentinus itu hanyalah sekedar kisah belaka, yang tujuannya belum jelas untuk apa.

Berarti sekarang kemungkinannya adalah Valentine itu berasal dari peringatan dewa kesuburan. Setelah aku cari lagi referensi yang valid mengenai hal ini, yang banyak ditemukan hanyalah kisah-kisah dongeng saja. Tidak ada bukti valid bahwa  Valentine berasal dari hari pemujaan dewa kesuburan Tidak percaya, silahkan cari sendiri.

Keterkaitan cerita antara St. Valentinus dan cerita dewa kesuburan pun mengada-ada.

Kenapa dinamakan Valentine jika dewa yang jadi pemujaan namanya Lupercalian, Eros (cupid), hingga berkaitan dengan Aprodhite. Jika diambil dari nama St.Valentino/Valentinus, tadi sudah jelas bahwa kisah santo itu juga tidak valid. Memang ada orang suci dalam agama Kristen yang namanya mengarah ke Valentino/Velentine/Valentinus atau apalah itu. Tapi nama-nama orang tersebut sama sekali tidak berkaitan dengan sejarah hari Valentine.

Lalu apa tujuan dari perayaan hari Valentine, kenapa sampai ada hari Valentine ?.

Jawabannya cuma satu, UANG/DUIT/MONEY (oke maap, jawabannya cuma satu tapi ada tiga, aneh kan...)

Ya, uang adalah alasan Valentine itu di"hidup"kan.

Dengan embel-embel perayaan Valentine, semua produk dikemas agar sesuai dengan tema Valentine. Tentu saja sasarannya adalah orang yang menganggap Valentine itu perlu dirayakan. Di Jepang, hari Valentine merupakan hari produsen cokelat meraup untung. Karena pada hari ini remaja di sana berlomba memberikan cokelat ke orang-orang terkasih.

Tapi di Indonesia katanya Valentine itu membuat banyak remaja terjerumus zina.

Sebenarnya tanpa hari Valentine pun setiap hari banyak remaja yang terjerumus zina. Bahkan tidak adil rasanya jika kita bilang hanya remaja yang berzina. Banyak juga orang2 dewasa yang yang berzina, kenapa hanya remaja yang disalahkan, seolah hanya remaja yang kelakuannya tidak benar.

Tapi di hari Valentine lah perzinaan itu meningkat, lihat saja banyak kondom habis ketika Valentine.

Itu karena surveynya dilakukan pas hari Valentine, coba surveynya malam Minggu, malam Jum'at. Besar kemungkinan akan sama hasilnya.

Kita sibuk berdebat mengenai boleh tidaknya perayaan Valentine, negara lain sudah berpikir bagaiman caranya ke Bulan.

Kita sibuk menyalahkan orang yang merayakan Valentine karena bakal berzina, sementara di hari-hari lainnya kita tidak peduli.

Perayaan Valentine dikecam dan dilarang, tapi membenci, menghasut, korupsi, mencuri, menipu, menghujat kita maafkan dan anggap hal biasa. Begitulah kalau nalar sudah sakit.

Aku Muslim, dan tentu harus menjauhi zina. Aku tidak merayakan Valentine bukan karena haram atau lainnya, tapi memang bagiku itu tidak penting. Apa spesialnya berkasih sayang di tanggal 14 februari ? mungkin bagi orang marketing yang kerjanya berjualan, sangat spesial karena produk mereka akan laku.

Jika terpengaruh untuk meryakan Valentine, bukan berarti sudah mengikuti ajaran agama lain, tapi sudah ter"makan" strategi marketing. Menolak Valentine pun begitu, itu hanyalah sebuah strategi marketing (pemasaran).

Tidak percaya ?

Coba lihat ada berapa banyak produk/acara yang embel-embelnya peringatan Valentine?
Tujuannya? UANG...!!!

Coba lihat ada berapa banyak pula produk/acara yang embel-embelnya menolak Valentine?
Tujunnya? sama... UANG....!!

Terserah mau ikut yang mana, mau Valentine-an silahkan gak pun tidak masalah, jangan jadikan itu sebagai alasan membenarkan diri dan menyalahkan orang lain hingga saling membenci.

Lebih baik kita rayakan kecintaan terhadap ilmu pengetahuan, menerima perbedaan dengan rendah hati, karena aku Muslim tentu saja aku mengajak bagaimana kita menunjukkan islam itu penuh kasih sayang, bukan dengan menghujat dan menyalahkan yang orang lain kerjakan. Lebih baik kita berfikir bagaimana membantu tetangga yang tidak makan/sekolah. Semoga ini tidak menggurui.

Jika tidak, jangan heran kenapa kita masih pakai kendaraan dari Jepang, handphone dari Korea/Amerika. Karena kita masih sibuk mengurusi hal sepele


Demikianlah adanya, ini hanya pendapat pribadi....
Setuju atau tidak, terserah
Salam Dangdut Koplo



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengendalikan Waktu

The Legend Of......